Image-1576837232

Pic by Outlook India

Kemeriahan Natal mulai terasa, lewat denting suara lonceng beserta lagu-lagu gereja dan hiasan pohon Natal sebagai tanda awal perayaan. Baik itu di jalan-jalan, pusat perbelanjaan, maupun lingkungan rumah dan berbagai tempat. Omiyagoes yang merayakan pasti juga sudah bersiap menyambut serunya Natal tahun ini bukan? Apalagi di negeri sendiri, Indonesia yang multietnis dengan beragam kepercayaan, punya berbagai tradisi dan budaya Natal unik lho Omiyagoes. Menarik untuk disimak lebih lanjut, berikut rangkuman tujuh budaya unik Natal di Indonesia!

1. Marbinda - Sumatera Utara  

Foto dok : Merah Putih

Masyarakat Sumatera Utara punya tradisi unik menyembelih hewan yang dibeli dari tabungan bersama yang disebut Marbida, sebagai cara untuk merayakan Natal. Selain Marbinda, ada tradisi Marhobas juga yang berarti memotong dan membagikan daging hewan hasil sembelihan tadi. Terdengar sama seperti tradisi kurban untuk umat Muslim ya Omiyagoes? Namun tradisi yang sudah dilakukan turun-temurun ini memiliki makna yang berbeda. Tujuannya tidak lain untuk mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan dalam merayakan suka cita Natal bersama yang untuk masyarakat Batak Toba memiliki sebutan ‘sa sada hudon’.

2. Rabo-Rabo – Jakarta

Foto dok : Lumikasa

Jakarta memang sudah menjadi kota metropolis, tapi masih ada lho segelintir masyarakat Jakarta yang masih melakukan tradisi Natal. Yup, tepatnya tradisi ini berasal dari keturunan orang Portugis, namanya Rabo-Rabo dan Mandi-Mandi. Ritual berusia ratusan tahun yang hingga kini kerap dilakukan masyarakat Kampung Tugu di Jakarta Utara ini pun unik. Warga akan saling mencoreng wajah dengan bedak cair yaitu simbol membersihkan diri dari segala kesalahan sebagai cara merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru. Nggak hanya itu Omiyagoes, sambil tradisi Rabo-Rabo berlangsung, ada iringan musik Keroncong Tugu yang menambah keseruan dilanjut setelahnya baru deh ada acara Mandi-Mandi.

3. Wayang Kulit – Yogyakarta

Foto dok : Berita Satu

Bagi masyarakat Yogyakarta, Natal bukan sekedar perayaan Hari Besar keagamaan saja, namun juga menjadi moment di mana budaya ikut membaur. Sehingga perayaan Natal di kota ini ikut membawa tradisi berikut kesenian yang menjadi cara merayakan suka cita. Makanya, gelaran wayang kulit kerap meramaikan Natal dengan jalan cerita bertema seputar kelahiran Yesus Kristus. Unik banget kan Omiyagoes? Tapi wayang kulit ini biasanya dilakukan setelah paginya pergi ke gereja dan mendengarkan khotbah pastor atau pendeta. Nah, di Yogyakarta khotbah biasanya disampaikan dalam bahasa Jawa kromo inggil dan memakai pakaian khas beskap dan blangkon.

4. Penjor dan Ngejot – Bali

Foto dok : Natgeo

Meskipun mayoritas masyarakat Bali pemeluk agama Hindu, perayaan hari keagamaan lain termasuk Natal juga tetap meriah dan ada tradisi uniknya lho Omiyagos! Yup, kalau Omiyagoes ke Bali saat dekat Natal akan menemukan banyak hiasan penjor menjulang tinggi melengkung sebagai cara khas merayakan Natal. Selain itu ada juga tradisi Ngejot di mana umat Kristiani di Bali akan berbagi makanan kepada tetangga dekat rumah yang merupakan pemeluk agama lainnya sebagai ungkapan rasa syukur. Wah, dengan adanya tradisi Penjor dan Ngejot jadi terasa sekali keberagaman dan toleransi umat beragama di Bali ya?

5. Kunci Taon - Manado

Foto dok : Shopback

Ke bagian Indonesia Timur, di Sulawesi tepatnya Manado ada tradisi Kunci Taon sebagai acara penutupan dari rangkaian perayaan Natal yang dilakukan sejak tanggal 1 Desember. Kunci Taon ini merupakan perayaan pawai keliling kampung dengan menggunakan berbagai kostum lucu. Pawai ini juga melibatkan karakter Sinterklas yang dilakukan pemuda Manado sambil membagikan hadiah kepada anak-anak. Kunci Taon sebenarnya memang perayaan penutup Natal untuk masyarakat Manado, karena kota yang terkenal akan kuliner buburnya ini biasa merayakan Natal lebih awal sejak awal Desember dengan ibadah yang digelar di gereja-gereja serta tradisi ziarah ke pemakaman para kerabat.

6. Meriam Bambu – Flores NTT

Foto dok : GoTravelly

Tradisi saat menyambut kelahiran Yesus Kristus di Flores Nusa Tenggara Timur nggak kalah meriah lho! Omiyagoes bisa mendengar letupan suara menggelegar meriam bambu yang biasa dilakukan untuk memeriahkan Natal. Kebiasaan ini dilakukan hampir oleh seluruh pulau Flores yang dimainkan oleh orang tua maupun muda, jadi kebayang dong bagaimana suaranya bakal terdengar keras. Bunyi meriam ini pun bagi masyarakat seperti sudah sangat lazim terdengar sepanjang bulan Desember. Selain tradisi membunyikan meriam bamboo, juga ada pembuatan kandang Natal bernuansa Betlehem berjejer di Jalan Transflores Labuan Bajo-Maumere.

7. Bakar Batu – Papua

Foto dok : Wikipedia

Papua juga punya tradisi unik yang tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia lho Omiyagoes! Sebelum perayaan Misa, biasanya masyarakat Papua melakukan tradisi bakar batu sebagai cara untuk memasak saat Natal. Batu dimasukan ke dalam lubang berikut dengan bahan makanan misalnya umbi-umbian berupa ubi, daging babi, serta sayuran kangkung dan papaya yang akan dimasak. Makna dari tradisi bakar batu ini bagi orang Papua merupakan ungkapan syukur dan sebagai cara merayakan kebersamaan bagi warga Papua di hari Natal. Tradisi yang dikenal juga dengan sebutan barapen ini memakan waktu hingga setengah hari, makanya memang menjadi moment untuk mempererat silaturahmi masyarakat setempat.  

Ternyata unik-unik ya tradisi Natal yang ada di Indonesia. Dari Sumatera hingga wilayah Timur Indonesia di Papua, ada budaya Natal di masyarakatnya yang nggak sekedar pergi ke gereja saja. Nah, kalau daerah asal Omiyagoes ada tradisi Natal unik apa nih? Oh ya jangan lupa untuk belanja Paket Natal Omiyago yang bisa menjadi kue di meja tamu Omiyagoes dan hampers untuk memeriahkan Natal tahun ini. Yuk langsung aja ke web buat pesan! Selain di OMIYAGO, paket tadi juga bisa di beli lewat Traveloka dan Tokopedia lho.

Share this Post: