Image-1493783437

Sajian di Hari Tahun Baru Cina (Imlek)

Sebentar lagi masyarakat Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek. Tempat-tempat umum seperti Mall, Kafe, dan Restoran juga mulai merias semua,

Perayaan Tahun Baru Imlek pun menjadi kesempatan tersendiri bagi suatu keluarga untuk berkumpul dan tentunya dengan sajian aneka makanan yang pas untuk merayakan Imlek. Makanan yang disajikan pun mempunyai makna tersendiri, biasanya untuk memperoleh kemakmuran setahun kedepan. Nah, ini dia Omiyago mempunyai Paket Spesial Imlek dengan 6 oleh-oleh khas dari beberapa daerah di Nusantara yang akan menjadi hidangan istimewa saat Imlek atau Tahun Baru Cina atau sebagai hadiah khusu untuk keluarga tercinta.

1. Lapis Surabaya

 

sajiansedap[dot]com 

Dalam sejarah, dikatakan nama asli kue lapis adalah “Spekkoek” atau kue seribu lapis. Kata ‘Spek’ memiliki arti lapisan lemak babi yang merujuk pada bentuk kue yang berlapis-lapis dan menyerupai lemak babi yang juga berlapis-lapis.

Lapis Surabaya ini merupakan kue kuno yang dahulu termasuk sajian anggun dan mewah. Terbuat dari bahan pilihan terbaik yang masih terjaga keasliannya dan masih mendapat pengaruh dari budaya Belanda. Hampir dipastikan, Lapis Surabaya selalu muncul pada setiap perhelatan yang diadakan oleh masyarakat papan atas. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang sangat enak menjadikan Lapis Surabaya ini sebagai salah satu pilihan oleh-oleh yang wajib dibeli.

 2. Mochi

 

Mochi merupakan kue asli dari Jepang, namun jika pergi ke Semarang maka Anda akan menemukan banyak kue moaci didaerah Kentangan Barat. Bentuknya bulat kecil, lembut di luar dan ada kejutan gurih, renyah dan legit dari dalam. Lapisan luarnya terbuat dari tepung ketan, sedangkan bagian dalamnya terbuat dari kacang dan gula karamel. Karena kulit luarnya terbuat dari tepung ketan dan lengket, maka dilapisi lagi dengan taburan bubuk tepung dan ditaruh di dalam kertas bulat kecil sebelum dimasukkan ke dalam kemasan kardus pembungkusnya.

Pembuatan kue moaci ini tanpa menggunakan bahan pengawet, sehingga membuat kue ini hanya bisa bertahan selama satu minggu saja. Tetapi jika disimpan di dalam kulkas, bisa bertahan hingga 2 minggu.

 3. Walet BirdNest

  

Burung walet merupakan burung dengan sayap meruncing, berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna cokelat. Burung walet hidup di pantai, daerah permukiman serta menghuni gua atau ruang besar. Burung Walet tidak dapat bertengger karena memiliki kaki yang sangat pendek sehingga sangat jarang berdiri diatas tanah tetapi bisa menempel pada dinding tembok atau atap. Burung walet bersarang secara berkelompok dengan sarang yang dibuat menggunakan air liurnya. Sarang burung walet ini banyak diperdagangkan orang untuk dijadikan sebagai bahan obat-obatan

Walet Bird Nest merupakan makanan/minuman yang diolah dari sarang burung walet yang dapat langsung dikonsumsi. Sarang burung walet terkenal sebagai makanan/minuman yang baik untuk kesehatan paru-paru, hati serta mampu meremajakan kulit karena mengandung protein yang sangat berguna bagi tubuh manusia.

Makanan/minuman sarang burung walet ini melengkapi pilhan oleh-oleh yang harus dibawa pada saat datang ke Pulau Bangka. Makanan/minuman ini dibuat tanpa bahan-bahan tambahan serta pengawet apapun. Sarang burung walet dibersihkan secara alami menggunakan tangan dan tidak berasal dari sarang burung walet hancuran.

 4. Manisan Manalagi

 

Manisan adalah buah yang direndam dalam larutan gula selama beberapa waktu. Manisan biasanya dimakan sebagai hidangan pelengkap untuk merangsang nafsu makan. Teknologi membuat manisan merupakan salah satu cara pengawetan makanan yang sudah diterapkan sejak dahulu kala. Perendaman manisan akan membuat kadar gula dalam buah meningkat dan kadar airnya berkurang. Keadaan ini akan menghambat pertumbuhan mikroba perusak sehingga buah akan tahan lebih lama.

Pada awalnya manisan dibuat dengan merendam pada larutan gula hanya untuk mengawetkan. Ada beberapa buah yang hanya dipanen pada musim-musim tertentu. Saat musim tertentu tersebut, buah akan melimpah dan kelebihannya akan segera membusuk apabila tidak segera dikonsumsi. Untuk itu, awalnya beberapa orang berpikir untuk mengawetkan buah dengan membuat manisan. Manisan juga dibuat dengan alasan untuk memperbaiki cita rasa buah yang tadinya masam menjadi manis. Setelah berkembang menjadi komoditas, manisan mulai diolah dengan berbagai tambahan.

Ada 2 jenis manisan yang diproduksi yaitu manisan basah dan manisan kering. Manisan basah adalah manisan yang diperoleh setelah penirisan buah dari larutan gula. Manisan basah mempunyai kandungan air yang lebih banyak dan penampakan yang lebih menarik karena serupa dengan buah aslinya. Sedangkan manisan kering adalah manisan yang diperoleh setelah buah ditiriskan dan kemudian dijemur sampai kering. Manisan kering memiliki daya simpan yang lebih lama, kadar air yang lebih rendah dan kadar gula yang lebih tinggi.

Manisan Manalagi adalah salah satu jenis manisan kering. Manalagi adalah buah sejenis mangga yang memiliki ukuran lebih kecil, berbentuk seperti kurma dan memiliki rasa asam manis. Rasanya yang unik membuat manisan ini cocok dijadikan oleh-oleh.

5. Lumpia Goreng

 

Salah satu makanan khas kota Semarang ini ternyata memiliki kisah menarik di baliknya. Lumpia hadir pertama kali pada abad ke 19, merupakan salah satu contoh perpaduan budaya asli Tiong Hoa – Jawa yang serasi dalam cita rasa. Semua bermula dari saat Tjoa Thay Joe yang lahir di Fujian, memutuskan untuk tinggal dan menetap di Semarang dengan membuka bisnis makanan khas Tiong hoa berupa makanan pelengkap berisi daging babi dan rebung. Tjoa Thay Joe kemudian bertemu dengan Mbak Wasih, orang asli Jawa yang juga berjualan makanan yang hampir sama namun memiliki rasa yang lebih manis dan berisi kentang juga udang.

Seiring berjalannya waktu, mereka memutuskan untuk menikah dan menjalankan bisnisnya. Bisnis yang telah berjalan akhirnya dilebur menjadi satu dengan sentuhan perubahan yang makin melengkapi kesempurnaan rasa makanan lintas budaya Tiong Hoa – Jawa ini. Isi dari kulit lumpia dirubah menjadi ayam atau udang yang dicampur dengan rebung serta dibungkus dengan kulit lumpia. Keunggulannya adalah udang dan telurnya tidak amis, rebungnya yang manis serta kulit lumpia terasa renyah jika digoreng.

6. Syrup Sengkit & Plum

 

Sengkit merupakan sejenis jeruk limau asli dari Pontiank yang dijemur terlebih dahulu hingga kering sehingga menghasilkan rasa yang khas. Sirup Sengkit & Plum merupakan olahan yang terbuat dari sengkit dan plum yang diawetkan dengan gula sehingga menghasilkan rasa asam manis. Sirup ini masih dibuat secara tradisional dan rumahan agar tetap menjamin rasa dan keasliannya.

Share this Post: