Image-1536831929

Caption by :stefaniagambella.com by Pinteres

 

Ada cerita di balik sepotong roti. Dari sebuah bentuk dan rasa klasik legendarisnya misalnya, disitu ada warisan dapur lama pengaruh dari resep nenek moyang. Saat makan, rasanya langsung terbayang bagaimana si pembuat roti mencampurkan adonan dengan tangan dan dipanggang menggunakan alat masak tradisional.

Sebagai kudapan teman minum teh maupun kopi, roti sejak dulu sudah jadi makanan favorit. Meskipun mulanya roti bukan kuliner asli Indonesia kuliner tradisi ini mendapat pengaruh budaya saat masa penjajahan Belanda. Kuliner tradisi ini juga banyak menghasilkan berbagai macam jenis roti maupun kue-kue seperti yang umum dijumpai hari ini, seperti berikut..


(1) Roti Bloeder


 

Roti Bloeder, dikenal sebagai salah satu roti kuno yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Roti ini memiliki ragam variasi isi dan bentuk yang khas dipanggang di atas lapisan cup kertas. Setelah matang bagian atas roti akan mengembul seperti jamur dengan permukaan roti yang setengah bulat. Jika disobek roti bluder akan memperlihatkan serat roti. Memiliki tekstur lembut dan empuk serta lumer dimulut, roti lawas ini dibuat tanpa pengawet dan pelembut buatan. Warna kuning muda pada roti berasal dari pemakaian kuning telur yang relatif lebih banyak dibandingkan roti biasa.


(2) Roti Gandjel Rel





Roti Gandjel Rel atau Roti Gambang adalah roti khas Semarang. Menurut sejarah, Roti ini merupakan salah satu peninggalan Belanda. Resep yang digunakan tidak pernah berubah. Roti ini disebut dengan “gandjel rel” karena bentuknya seperti ganjelan rel atau bantalan rel serta teksturnya yang padat. Rasanya menjadi manis karena saat proses pembuatan menggunakan campuran gula aren. Kangen dengan Roti Gandjel Rel berwarna kecoklatan yang teksturnya padat berisi dengan taburan wijennya Omiyagoes? Kamu bisa memesannya di omiyago.com sekalian juga beli sebagai oleh-oleh untuk teman dan sahabat ya.


(3) Roti bagelen 



Sejarah Roti Bagelen bisa dirunut dari produk bernama Belanda 'warmbollen' atau yang dikenal sebagai 'bagelen basah', yang kemudian "dikeringkan" dengan cara dipanggang kembali untuk mencegah berkembangnya jamur. Roti bagelan terbuat dari bahan utama roti manis yang dibentuk bundar maupun panjang. Roti ini kemudian dibelah menjadi dua dan masing-masing bagian atas roti diberi roemboter, semacam butter yang dikemas kalengan dan setelah itu baru dipanggang hingga kering. Roti legendaris ini masih bisa Omiyagoes temukan lho, bahkan bisa sebagai oleh-oleh untuk dikirimkan ke teman maupun keluarga lewat www.omiyago.com.



(4) Speculaas


Roti jadul ini bentuknya seperti sejenis biskuit. Speculaas dibumbui dan dipanggang secara tradisional. Di Belanda maupun kawasan Eropa orang-orang memakannya saat perayaan tradisional seperti Natal. Speculaas memiliki tekstur yang sangat renyah dan sedikit ada rasa karamelnya. Meski mendapat pengaruh dari Belanda, Speculaas juga mencampurkan bumbu Indonesia dan daerah Mediterania seperti kayu manis, pala, cengkeh, jahe, kapulaga dan lada putih.

Wah, menarik ya Omiyagoes, sepertinya seru mencoba rasa roti khas Belanda yang sampai sekarang masih jadi makanan favorit bahkan ada yang kini terkenal sebagai oleh-oleh. Selain rasanya yang “legendaris”, roti ini juga masih bisa ditemukan hingga sekarang karena memang bagian dari kuliner Tradisi Indonesia. Omiyagoes tidak usah repot berkunjung ke toko aslinya, dengan membuka website omiyago.com, Kamu bisa menemukan roti atau kue yang terinspirasi dari Belanda ini. Jangan dicicipi sendiri tapi beli juga untuk keluarga, orang tua atau nenek maupun berikan sebagai hadiah untuk teman terdekat.

 

Share this Post: