Image-1538731101

Caption Foto By Pintrest

 

Setelah sukses menjadi tuan rumah perhelatan besar Asian Games 2018 sebulan yang lalu, Indonesia kembali lagi dipercaya sebagai tuan rumah untuk Asian Para Games yang merupakan pesta olahraga untuk penyandang difabel pada 8-18 Oktober 2018 mendatang di Jakarta.

Ajang ASIAN Para Games 2018 yang ke-3 kalinya ini nantinya akan diikuti oleh 42 negara dan mempertandingkan 18 cabang olahraga. Nah, dari sekian banyak cabang olahraga, salah satunya ada Boccia yang menarik untuk disimak Omiyagoes.

Terdengar asing ya Omiyagoes? Boccia merupakan cabang olahraga yang didesain untuk penyandang disabilitas celebral palsy, yaitu gangguan saraf motorik ringan sampai berat yang diakibatkan gangguan pada otak. Celebral palsy termasuk penyakit yang mematikan, karena saraf motorik tidak bisa bekerja sempurna, sehingga atlet disabilitas yang melakukan ini tidak bisa dipandang sebelah mata dan patut diapresiasi Omiyagoes.

Olahraga Boccia pertama kali diperkenalkan di Paralimpiade 1984. Kini, Boccia sudah banyak dipertandingkan di multi event para games. Di Indonesia sendiri, jenis olahraga untuk difabel ini termasuk baru karena perdana dipertandingkan pada tingkat pelajar nasional saat Pekan Paralimpia Pelajar Nasional di akhir 2017 lalu. Tahun ini untuk pertama kalinya Indonesia mengirimkan perwakilan untuk cabang olahraga ini di perhelatan ASIAN Para Games 2018. Indonesia menyiapkan 8 atlet untuk mengikuti 5 nomor Boccia yang akan bertanding di beberapa jenis kelas.

 

 

Jadi apa sih sebenernya Boccia? Boccia merupakan olahraga yang cara bermainnya seperti bermain bowling. Membutuhkan konsentrasi, strategi, serta akurasi yang tepat. Caranya, pemain melempar bola dengan tujuan mencapai atau mendekati salah satu target atau titik. Pelemparan bolanya pun dilakukan secara bergantian. Ada 3 warna bola dalam Boccia, yakni putih, merah, dan biru. Bola putih disebut dengan bola Jack yakni sasaran lempar bola merah. Kemudian ada enam bola biru yang dipegang tim.

Tim yang mendapatkan poin adalah tim yang hasil lemparan bolanya paling mendekati bola Jack. Semakin dekat jarak bola dengan sasaran, semakin besar kesempatan untuk memenangi pertandingan. Jarak bola dihitung menggunakan alat ukur yang berbentuk seperti jangka. Durasi pertandingannya juga berbeda di setiap nomor pertandingan. Durasi empat menit untuk individu, lima menit untuk pasangan, dan enam menit untuk beregu.

Lalu apa yang didapat dari pertandingan ini? Dari segi mental untuk masyarakat umum dan penyandang disabilitas, Boccia memberikan kesempatan untuk menghargai dan berkompetisi meski mengalami gangguan motorik. Boccia juga menanamkan jiwa kompetisi, semangat tinggi, jiwa berjuang, menghargai, serta kerjasama bagi kaum celebral palsy.

Namun tidak hanya Boccia lho, masih ada cabang olahraga lain yang juga patut disimak saat perhelatan ASIAN Para Games 2018, Omiyagoes. Seperti atletik, bulu tangkis, panahan, catur, alap sepeda, goal ball, judo, lawn ball, angkat beban, menembak, renang, boling, tenis meja, basket kursi roda, anggar duduk, voli duduk, dan tenis kursi roda.

Yuk, dukung atlet disabilitas Indonesia dengan ikut menyimak dan nonton pertandingannya. Untuk mengapresiasi penyelenggaraan ASIAN Para Games 2018, OMIYAGO juga punya paket khusus yang bisa menjadi penyemangat kamu saat nonton pertandingan.

Apa saja? Ada Paket ASIAN Para Games Indonesia yang berisi beragam varian kacang OMIYAGO. Tapi, kalau Omiyagoes mau yang seger-seger, ada juga punya lho. Namanya “Paket ASIAN Para Games”, terdiri dari minuman pilihan Omiyago mulai dari jus, teh, cokelat, Sampai dengan cold
brew. Mau yang lebih lengkap? Tenang, ada Paket Para Inspirasi yang berisi berbagai cemilan pilihan OMIYAGO sepaket dengan minumannya juga, ada sumpia, ekado, samosa, serta 3 varian teh buah OMIYAGO.

 

 

 

 

Share this Post: