Image-1590731850

Mengenal 5 Tarian Khas Kota Bogor, Kekayaan Seni Tradisional Jawa Barat

Pic by : Iwan Kristian 500px

Kota Bogor selama ini lebih terkenal sebagai kota hujan karena wilayahnya yang memiliki curah hujan tinggi. Selain itu, Bogor juga terkenal dengan sebutan kota talas di mana talas merupakan hasil bumi berupa tanaman umbi yang juga jadi salah satu kuliner dan oleh-oleh terkenalnya. Namun, tahukah Omiyagoes kalau Bogor juga terkenal akan seni dan budayanya? Banyak dari kita, terutama generasi muda saat ini belum tahu kalau Bogor ternyata memiliki kekayaan seni tradisional berupa tarian khas. Omiyagoes pasti penasaran dan ingin tahu dong? Yuk cari tahu apa aja!

1. Tari Katumbiri

foto dok : tumblr

Katumbiri merupakan kata dari bahasa Sunda yang memiliki arti pelangi. Nama Katumbiri sendiri menjadi inspirasi untuk berbagai gerakan tarinya yang indah. Tarian tradisional ini berisi cerita tentang kegembiraan bidadari yang sedang bersukacita ketika baru saja turun dari langit ke bumi dan mensucikan diri di telaga. Dalam tarian ini sebanyak tujuh orang penari putri mengenakan kostum, masing-masing mewakili satu warna pelangi. Nah, seperti tarian khas tradisional lainnya, Tari Katumbiri memiliki karakteristik gerakan dinamisnya yang diiringi gending melodius ritmik. Selain itu, penari membuat hentakan-hentakan pada momen tertentu sesuai dengan iringan musiknya.

2. Tari Mojang Priangan

foto dok : Galeri Indonesia Kaya

Tari Mojang Priangan merupakan salah satu tari pergaulan yang berasal dari daerah Bogor, Jawa Barat. Biasanya, tarian ini diperankan oleh sekitar 6 – 8 orang. Jenis tarian ini termasuk tarian gemulai yang biasanya ditampilkan di acara seren taun, acara pernikahan, dan acara penting lainnya. Berbeda dengan jenis tarian lain yang biasa ditarikan secara berpasangan atau berkelompok, Tari Mojang Priangan hanya ditarikan oleh perempuan usia remaja dengan mengenakan pakaian tradisional khas Sunda. Bagian atasnya mengenakan kebaya berwarna cerah yang dilengkapi juga dengan kain batik Sunda pada bagian bawahnya. Hiasan rambut dibuat menarik, namun untuk riasan wajah penari tampak dibuat minimalis namun tetap mengeluarkan aura cantik seorang mojang sunda.

3. Tari Rampak Gendang

foto dok : kompasiana

Seni tari seringkali dipadukan dengan alat musik tertentu untuk menghasilkan harmoni gerakan yang memiliki pesan serta bercerita. Seperti Tari Rampak Gendang ini Omiyagoes yang merupakan salah satu tarian khas Bogor. Seperti namanya, tarian ini memadukan suara kendang dan gamelan yang bernuansa ceria. Tari Rampak Kendang biasanya dimainkan lebih dari dua orang dan menggunakan kostum yang sama. Saat pertunjukan berlangsung, para pemain naik ke atas panggung dan menempati posisi mereka di depan alat musiknya. Setelah aba-aba yang diberikan salah satu pemain, alunan musik mulai mengalun, dengan irama yang bersemangat. Bukan hanya musiknya, para pemain akan ikut serta menggerakan kepala dan badan mereka mengikuti irama. Nah, biasanya Tari Rampak Kendang sering dikolaborasikan dengan pertunjukan seni lainnya.

4. Tari Kandagan

foto dok : Galeri Indonesia Kaya

Kandagan dalam bahasa Sunda berarti wadah untuk menyimpan perhiasan atau barang berharga. Nama Kandagan memiliki arti bahwa tari ini merupakan kumpulan berbagai gerakan tari yang indah. Tarian tersebut pun memerlukan keterampilan dan latihan keras, yang bisa ditampilkan secara tunggal maupun berkelompok. Tari Kandagan saat ini masih termasuk tari kreasi baru dalam ranah seni tari Sunda. Tari Kandagan merupakan pengembangan dari Tari Renggarini, kreasi salah satu maestro tari Sunda, Raden Tjetje Somantri di tahun 1957. Tari Kandagan memiliki kekhasan seperti tari tradisional lainnya, yang merupakan tarian yang dibawakan oleh penari wanita. Meski begitu, Tari Kandagan tergolong tari putri yang gagah. Karena itulah unsur maskulinitas lebih ditonjolkan dalam gestur para penarinya yang merupakan kaum hawa. Maskulinitas ini terlihat dalam sikap gerak anggota tubuh seperti kepala, badan, kaki dan tangan penari.

5. Tari Ketuk Tilu

foto dok : tribunnews

Saat ini Tari Ketuk Tilu menjadi seni tari yang biasanya dipertunjukan saat acara pesta perkawinan maupun acara hiburan penutup kegiatan. Namun dulunya ketuk tilu dilakukan sebagai bagian dari upacara menyambut panen padi sebagai rasa terima kasih kepada Dewi Sri. Upacara ini dilakukan pada waktu malam hari, dengan mengarak seorang gadis diiringi bunyi-bunyian. Oh ya Omiyagoes, dulu di desa-desa tertentu pertunjukan tari ketuk tilu sering dilakukan semalaman suntuk. Kostum yang dipakai penari wanita ketuk tilu adalah kebaya, sinjang atau celana panjang dengan sabuk, dan beragam aksesoris, seperti gelang dan kalung. Sedangkan penari pria, mengenakan baju kampret berwarna gelap, celana pangsi, ikat kepala, beserta sabuk kulit.

Wah! Menarik banget ya kesenian tari khas Bogor. Sekarang Omiyagoes enggak hanya kenal kota Bogor sebagai kota hujan atau kota talas aja. Oh ya ngomongin talas, ada banyak lho makanan khas Bogor maupun kudapan yang terbuat dari umbi talas di OMIYAGO yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Mulai dari Bika Talubi Bogor hingga Banana Cheese Cake Talubi yang terkenal. Ingin coba? Yuk langsung aja meluncur ke website OMIYAGO dan pesan buat camilan di rumah.

 

Share this Post: