Image-1539341200

Caption Foto By Pintrest

 

Selain memiliki cita rasa yang khas, kuliner Kota Palembang juga punya sejarah yang unik dari keberadaan Sungai Musi sebagai salah satu penghasil ikan khas untuk Pempek maupun kerupuknya. Dengan landskap cantik Jembatan Ampera, satu ikon Palembang yang dibangun tahun 1962. Kota ini pun punya atmosfer berbeda jika dinikmati saat malam hari.

Kota Palembang memiliki julukan “Venice of the East”, asal sebutan itu didapat dari seorang pembuat peta asal Belanda pada tahun 1819 karena menemukan Palembang ini memiliki seratus anak sungai. Pada masa itu, bangunan arsitektur dan tata kota juga tampak seperti layaknya Venice dengan adanya Benteng Kesultanan Kuto Besak serta pelabuhan transit.  

Selain dari sejarahnya yang menarik itu, Palembang harus banget jadi tujuan kunjungan wisata kuliner Omiyagoes selanjutnya. Karena tempat ini punya keragaman kuliner yang terpengaruh dari alkulturasi budaya Melayu, Jawa dan Tionghoa sehingga cita rasanya berbeda dibandingkan bagian lain pulau Sumatera. Jadi penasaran buat tahu kuliner apa saja yang bisa kamu coba Omiyagoes? Yuk simak rekomendasi kuliner khas Palembang.

 

(1)   Pempek


 

caption : foto by Omiyago

Nama asli Pempek sendiri sebenarnya adalah kelesan, karena makanan khas di Rumah Limas, rumah adat Palembang ini tahan disimpan lama. Asal kata Pempek sendiri diambil dari kata Empek yang merupakan sebutan bagi orang China yang menjual Pempek. Keberadaan etnis Tiongkok yang terkenal pintar berdagang dan kemudian mempopulerkan Pempek, turut dipengaruhi kedatangan Laksamana Cheng Ho yang beberapa kali kapalnya berlabuh di Palembang.

Kalau Omiyagoes ke Palembang, ada begitu banyak tempat yang menjual Pempek, tentunya dengan tekstur, rasa, dan kuah yang tingkat kekentalannya agak berbeda. Salah satu rekomendasi yang bisa Omiyagoes datangi adalah Pempek Candy yang cukup populer di Kota Palembang. Kalau Omiyagoes coba, kuah cuko atau cuka Pempek disini agak lebih encer dan sudah terasa pedas walau belum ditambahkan dengan sambal. Pempek Candy di Kota Palembang punya beberapa cabang, tapi kalau Omiyagoes ingin beli oleh-oleh Pempek, bisa langsung kesini.

 

(2)   Pindang  


Caption : Foto by Omiyago

Pindang merupakan salah satu makanan  favorit masyarakat Palembang. Utamanya, Pindang di Palembang harus memakai ikan sungai dan kuahnya memang dibuat tidak begitu pekat. Di Kota Pempek ini, Pindang umumnya berbahan dasar daging ikan patin yang direbus dengan rempah bumbu, kaldu, lalu ditambahkan irisan buah tomat, nanas dan daun kemangi. Karena itu saat mencobanya, Omiyagoes akan mendapati kombinasi kaldu yang gurih, pedas dan rasa segar. Pindang begitu cocok dimakan bersama nasi hangat di siang hari dalam cuaca hujan maupun panas.

Selain dengan ikan patin, olahan pindang juga terdiri dari berbagai macam tergantung dari bagian Palembang mana ataupun jenis ikannya. Di antaranya adalah Pindang Udang, Pindang Belida (ikan), Pindang Tulang (sapi), dan Pindang Baung (ikan). Nah, untuk Omiyagoes yang suka kuah kaldu bening harus coba juga nih Pindang Tulang. Sajian ini berbahan dasar tulang sapi dengan sedikit daging yang masih menempel dan ada sumsum di dalam tulang. Ada sensasi yang beda saat menyantap Pindang Tulang, yaitu saat melepas daging yang masih menempel di tulang. Sebagai pelengkap menikmati hidangan Pindang ini, jangan lupa Omiyagoes tambahkan juga sambal mangga dan lalapan yang di rebus. Dijamin makanan ini dapat meningkatkan selera makan.

 

(3)   Martabak HAR


caption : foto by Omiyago

Sejarahnya, Martabak HAR ini diperkenalkan oleh Haji Abdul Rozak sejak 1947. Beliau menyajikan masakan khas India yang juga disesuaikan dengan lidah orang Palembang. Martabak ini berbahan dasar tepung terigu, lalu diberi telur bebek atau telur ayam, kuahnya sendiri berbahan kari daging sapi dan kentang, lalu ada kecap asin yang dicampur cabai rawit pedas sebagai pelengkapnya. Rasa utamanya ada pada telur dan memang harus dicocol dan dimakan bersama kuah kari sehingga martabak lebih memiliki cita rasa. Omiyagoes yang terbiasa makan Martabak Telur dengan campuran daun bawang pastinya akan merasakan ada sesuatu yang kurang karena tidak ada aroma daun bawang saat memakannya, tapi semua tergantung lagi pada selera.

 

(4)   Kue Maksubah


caption : foto by Instagram

Kue maksubah adalah salah satu makanan khas Kota Palembang yang berasal dari adaptasi kue bingka Pontianak, Indonesia. Kue khas Palembang ini berbahan dasar utama telur bebek dan susu kental manis. Adonan kemudian diolah mirip adonan kue lapis. Rasanya manis dan legit. Kalau ke Palembang, Omiyagoes harus mencobanya karena kue ini merupakan salah satu sajian istana Kesultanan Palembang yang seringkali disajikan untuk tamu kehormatan. Saat ini kue maksubah dapat ditemukan di seluruh Palembang, bahkan dijual di Restoran Pempek dan pasti ada saat hari raya.

 

(5)   Aneka Kerupuk dari Ikan Belida


 

Caption : Foto by IDNtimes.com 

Keberadaan Sungai Musi membuat produksi ikan di Palembang melimpah. Terutama khas di kota ini adalah Ikan Belida yang menjadi bahan utama untuk membuat kerupuk maupun Pempek. Sejak dulu orang Sumatera Selatan juga sudah mengkonsumsi jenis ikan ini. Ikan Belida dianggap sebagai bahan terbaik untuk membuat Pempek maupun kerupuk di Palembang karena dagingnya lebih padat dan putih, baunya setelah dicampur dengan tepung pun tidak amis dan rasanya juga lebih enak. Kalau jalan-jalan di seputar Jembatan Ampera atau mampir di tempat membeli oleh-oleh, Omiyagoes pasti akan menemukan banyak pedagang keliling yang menjual kerupuk dari olahan ikan, termasuk ikan Belida.

Ternyata menarik ya cerita sejarah dibalik kuliner khas Palembang. Lebih menarik lagi kalau Kota Palembang ini jadi salah satu destinasi Omiyagoes selanjutnya. Yuk, langsung saja buat rencana berkunjung ke Palembang. Supaya bisa menilik sejarah wisata kulinernya sambil menikmati suasana malam Kota Palembang yang beda dari tempat lainnya.

Share this Post: