Image-1533028870

foto by : Pinterest

 

Ada banyak cara untuk kembali ke masa lalu. Tidak dengan mesin waktu, seperti pada saat Omiyagoes berkunjung ke Semarang. Suasananya yang kental dengan alkulturasi budaya Jawa, Cina, dan Belanda membuat Omiyagoes bisa bernostalgia sambil memutar waktu berwisata ke kota yang dikenal dengan sebutan “Little Netherland” ini.

Selain suasana kotanya, pecampuran budaya juga mempengaruhi cita rasa makanannya. Sejarah kuliner disini bermula dari Semarang yang menjadi kota pelabuhan, dimana Laksamana Cheng Ho tahun 1435 sempat mendaratkan kapalnya. Nah, kalau mampir ke Semarang, sekarang sudah ada bandara yang baru, kota ini pun makin membuka pintu sebagai sebuah destinasi wisata. Harus banget nih Omiyagoes mencicipi kuliner tempo dulunya. Cobain makanan legendaris yang rasanya tetap sama sejak awal buka. Yuk simak apa aja…


1. Nasi Pindang Gajah Mada (Sejak 1987)

Cuaca panas Semarang bakal cocok banget untuk memulai jelajah kuliner legendaris di kota ini dengan mencicipi Nasi Pindang Gajah Mada. Jika daerah lain di Indonesia pindang biasanya menggunakan ikan, maka Semarang punya pindang dengan daging sapi. Membayangkan piring dengan alas daun dan nasi yang disiram kuah pindang dari kaldu sapi panas langsung akan membuat Omiyagoes ingin menelan air liur. Rasa Nasi Pindang Gajah Mada tidak berubah sejak tahun 1987. Menurut Pak Masyudi pemilik Nasi Pindang Gajah Mada, ini berkat racikan bumbu menggunakan bawang lanang tunggal yang punya ciri khas aroma berbeda dan ada khasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Selain menu andalan Nasi Pindang, sejak tahun 1990-an Pak Masyudi ikut memberikan pilihan menu Soto Semarang, yang cocok rasanya untuk kamu yang suka dengan kuah bening.

Nasi Pindang Gajah Mada

Alamat : Jl Gajah Mada no 98 B, Semarang

Harga Per Porsi : Rp 17.000

Jam Buka : 06.00 – 22.00

 

2. Warung Kepala Manyung Bu Fat (Sejak 1969)

Agak jauh dari pusat kota, 30 menit dengan berkendara. Kalau ke Semarang sempatkan untuk datang ke Warung Kepala Manyung Bu Fat. Disini ada kuliner kepala ikan manyung yang sangat khas kota Semarang. Kepala Manyung yang berukuran besar itu sebelumnya diasap diberi bumbu pedas khas Bu Fat. Di warung makan ini, ikan manyung didapat dari perairan Jepara, Cirebon, hingga Banyuwangi. Selain ikan manyung yang khas dan harus dicoba ketika datang, Omiyagoes juga bisa menemukan macam hidangan lain sebagai pelengkap mulai dari sayur, goreng-gorengan, botok, hingga lalapan.

Warung Kepala Manyung Bu Fat

Alamat :

Cabang 1 Jl Sukun Raya No 36, Srondol Wetan, Banyumanik

Cabang 2 Jl Ariloka, Kerobokan Semarang Barat

Harga Per Porsi : Rp 75.000 – 150.000

Jam Buka : 07.00 – 19.00

 

3. Pisang Plenet (Sejak 1960)

Plenet dalam bahasa Jawa berarti dipipihkan, pisang plenet dibuat dari pisang kapok yang dibakar lalu dipipihkan dan diberi topping aneka rasa. Sang penjual, Pak Tri telah berjualan pisang plenet dengan gerobak di jalan Pemuda sejak tahun 1960. Semula, pisang plenet hanya menggunakan topping nanas, mentega, dan gula putih halus. Namun seiring waktu ada banyak rasa ditambahkan seperti menggunakan keju dan meses cokelat.

Pisang Plenet

Alamat :  Jl. Pemuda, Semarang

Harga Per Porsi : Rp 8.000

Jam Buka : 10.00 – 22.00

 


4. Toko Oen (Sejak 1936)

Restoran tempo dulu ini mesti banget disambangi kalau ke Kota Semarang. Sudah turun-menurun tempat ini mempertahankan cita rasa makanannya, bahkan interiornya masih bergaya Belanda. Menjadi saksi sejarah penjajahan kolonial Belanda di Indonesia, bila datang jangan lupa sekalian membeli oleh-oleh khas Semarang seperti berbagai jenis kue kering dan lumpia. Sementara kalau makan langsung Omiyagoes cobain roti ganjel rel yang klasik sejak zaman Belanda dan pesan bistik lidah sapinya, juga es krim khas Toko Oen yang punya banyak rasa.

Toko Oen 

Alamat : Jl. Pemuda No.52, Bangunharjo, Semarang Tengah

Harga Per Porsi : Mulai dari Rp 6.500 untuk bakery dan pastry

Jam Buka : 09.30 – 21.30


 


5. Asem-Asem Koh Liem (Sejak 1978)

Spesial menu asem-asem disini menggunakan daging dan urat. Dalam semangkuk asem-asem, rasa asem berasal dari tomat, belimbing wuluh, dengan pedas dari cabe merah rawit dan kecap merek Mirama khas produksi Semarang, menjadikan menu asem-asem disini makanan khas yang Semarang banget. Menu di tempat ini berisi berbagai sajian dengan pencampuran Jawa Tiongkok, selain pesan semangkuk asem-asem cobain juga Omiyagoes telur goreng sum sum yang gurih enak banget.

Asem-Asem Koh Liem 

Alamat : Jl. Karang Anyar No. 28 Semarang

Harga Per Porsi : Rp 33.000

Jam Buka : 07.00 – 17.00

Ternyata ada banyak ya tempat kuliner tempo dulu yang masih eksis di Semarang. Makin kepingin menyambangi Kota Semarang kan Omiyagoes? Selain tempat kuliner di atas, Omiyagoes masih bisa menemukan beberapa kuliner lain seperti Loenpia Semarang Gang Lombok dan Warung Es Puter Cong Lik Semarang. Mengulik kuliner legendaris Semarang setelah nostalgia jalan-jalan ke kotanya yang kaya sejarah akan membawa kesan berbeda. Setelah liburan, jangan lupa lihat dan beli oleh-oleh khas Semarang juga di website omiyago.com karena kita juga punya paket edisi Semarang.

Share this Post: