Image-1536299090

Kuliner dan tradisi seperti dua hal yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari keragaman kuliner tradisional Indonesia di setiap daerah, mulai jajanan pasar hingga kuliner langka yang hanya ada di moment keagamaan tertentu saja. Seperti saat perayaan Tahun Baru Islam, ada kuliner Bubur Suro yang menjadi hidangan khas untuk umat Muslim di Nusantara.

Walaupun tak sepopuler kuliner Ramadhan, Lebaran, maupun Idhul Adha, kehadiran kuliner langka Bubur Suro ini tidak pernah luput jadi bagian dari perayaan 1 Muharam. Bubur ini terbuat dari beras, santan, garam, jahe, sereh dan tujuh jenis kacang seperti kacang tanah, kacang mede, kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang Bogor dan kacang tolo, yaitu sejenis kacang polong muda yang sebenarnya sudah tidak asing lagi apalagi kalau Omiyagoes penyuka kuliner Jawa.

Bisa ditebak bagaimana rasa Bubur Suro dengan berbagai campuran bahan yang beraneka macam tadi. Pastinya sehat karena makanan yang terbuat dari kacang-kacangan bila dikonsumsi secara rutin sangat baik bagi tubuh karena mengandung vitamin, protein dan mineral. Belum lagi Bubur Suro ini rasanya menjadi lebih kaya karena masih ada pelengkap irisan mentimun dan daun kemangi. Menjadi kuliner langka yang hanya bisa ditemukan saat perayaan Tahun Baru Islam, uniknya Bubur Suro punya campuran bahan dan rasa berbeda di beberapa daerah seperti di Provinsi berikut ini.

 


1. Jawa Barat

Wilayah Tasikmalaya dan Garut adalah dua kota yang memiliki kelompok masyarakat yang juga merayakan tradisi Tahun Baru Islam dengan menyajikan kuliner khas Bubur Suro. Namun disana terdiri dari bubur merah dan bubur putih masing-masing disimpan secara terpisah yang kemudian dibawa ke masjid desa untuk dimakan bersama berbagai makanan kecil untuk disantap bersama-sama. 

2. Daerah Istimewa Aceh

Berbeda dengan di Aceh, Bubur Suro dikenal dengan nama Bubur Asyura. Menu ini menjadi sajian khusus untuk buka puasa saat 10 Muharram karena memang nama ini diambil dari asal kata Bahasa Arab asyara yang berarti sepuluh. Kuliner yang merupakan tradisi lama ini dibagikan di masjid, dimakan bersama ataupun dibawa pulang. Di Aceh, bubur ini terbuat dari berbagai jenis umbi-umbian seperti labu kuning dan ubi, serta tambahan bahan santan kelapa, juga ada buah pisang dan buah nangka yang dimasak dengan gula merah, tambahan sagu, serta kacang hijau.

3. Kalimantan Selatan

Alkulturasi budaya merayakan Tahun Baru Islam dengan menyajikan kuliner tradisi ini juga ada di Kalimantan lho Omiyagoes. Namun panganan Bubur Suro untuk tradisi Tahun Baru Islam tersebut selain terbuat dari beras yang dimasak dengan santan campurannya utamanya adalah segala macam sayur-sayuran. Di Banjarmasin, tak sekedar menggelar puasa sunah, Bubur Asyura ini jadi kuliner spesial untuk berbuka. Bubur ini berwarna kuning, rasanya gurih dengan bahan campuran berupa beragam jenis sayuran dan kacang-kacangan hingga 41 jenis. Tak ada resep khusus untuk membuat bubur ini, tambahan penyedap rasanya hanya berupa garam.

Menarik ya Omiyagoes, cerita kuliner langka Bubur Suro ini? Rasanya jadi ingin coba langsung saat perayaan Tahun Baru Islam nanti. Namun kalau ternyata tidak bisa traveling jauh ke daerah tersebut untuk mencicip Bubur Suro, Omiyagoes tetap bisa memesan makanan khas dari berbagai daerah tadi dan mencoba tradisi kuliner dari Negeri sendiri lewat omiyago.com. Selain itu masih ada banyak kuliner khas yang menarik dicoba dari daerah Jawa Barat, Aceh, maupun Kalimantan juga daerah lainnya di OMIYAGO.

Share this Post: