Image-1560494649

Pic by: cekaja.com

Mobil yang ku kendarai melaju di jalur Tol Cikampek yang cukup lenggang. Malam itu, beberapa hari sebelum lebaran kami sekeluarga mudik dari Jakarta menuju Purworejo kampung Ibuku. Ya, kami tahun ini mudik setelah tahun lalu absen mudik dan memutuskan berlebaran di Jakarta saja.

Rasanya ada yang hilang saat tahun lalu kami sekeluarga tidak mudik. Ada sebuah momen yang terlewatkan, seperti di mana semua anggota keluarga besar bisa berkumpul lengkap mulai dari eyang kakung, pakde, sampai cicit. Semuanya numplek saat hari yang fitri tiba, kami pergi salat Id bersama-sama dan pulangnya ikut keliling kampung ibuku untuk bermaaf-maafan dengan tetangga. Ada teman-teman sebaya ibu semasa sekolah yang masih tinggal di desa, ada pakde yang merawat sawah, juga eyang yang sudah renta tapi masih terlihat sehat di penghujung usianya.

Bagiku lebaran bukan sekadar kumpul dan maaf-maafan saja, kami juga bisa makan masakan eyang. Ketupat opor, semur daging, dan ada soto khas di kampung yang dimakan dengan potongan ketupat, tahu, tauge, lalu sambal dan kerupuk emping. Kapan lagi kan saat-saat seperti bisa ada? Hanya saat lebaran saja.

Bukan cuma makanannya yang pasti bikin kangen. Mudik saat lebaran adalah kesempatan untuk menikmati suasana pedesaan dengan hamparan sawah hijau di kanan dan kiri saat bersepeda. Aku juga bisa melihat kesibukan orang desa yang beternak ayam maupun kambing di dekat rumah eyang.

Ohya banyak yang beda dari lebaran tahun ini, terutama karena perjalananku mengendarai mobil terasa lebih singkat berkat adanya Tol Trans Jawa. Biasanya bisa belasan jam untuk mencapai Purworejo dari Jakarta saat mudik, belum lagi macet-macetan di jalur Pantura dan banyak membuang waktu berhenti untuk makan, salat dan sekalian membeli oleh-oleh.

foto dok : magazine job like

Nah, ayah dan ibuku punya tradisi unik membeli oleh-oleh saat mudik. Kami suka mampir membeli buah semangka untuk dibagikan ke tetangga di rumahku saat kami melewati daerah Kebumen sebelum pulang jika kami mampir ke Jogja terlebih dulu. Agar mempersingkat perjalanan, pulang mudik kali ini pun kami lewat Semarang untuk bisa masuk ke jalur Tol Trans Jawa.

Di saat-saat arus balik mudik seperti ini, bukan hanya jalanan saja yang akan macet, masuk rest area pun bisa ikutan tersendat. Untuk ke toilet, salat, dan makan akan ada antrian panjang, apalagi kalau masuk tempat wisata semuanya akan dijubeli pelancong setelah mudik. Di sinilah keseruannya mudik dan siapa pun yang pernah merasakan mudik akan mengerti.   

Tapi kalau soal oleh-oleh aku nggak khawatir harus antri. Susah cari parkir di tempat pembelian oleh-oleh, harus ribet nenteng atau belum lagi oleh-olehnya ketinggalan adalah segelintir persoalan saat membeli oleh-oleh. Nah sekarang aku kalau beli oleh-oleh selalu online, ada OMIYAGO yang menjual banyak pilihan oleh-oleh dari seluruh Nusantara. Aku bisa pilih oleh-oleh khas kampung halamanku dan semua pesananku bisa langsung dikirim ke saudara, teman, dan bahkan bosku di kantor. Bukan sekadar antar oleh-oleh, OMIYAGO juga sangat memperhatikan pengemasannya supaya nggak penyok atau remuk saat pesanannya sampai ke tangan kamu. Makanya aku nggak khawatir lagi kalau pulang kampung saat mudik kelupaan beli oleh-oleh. Bagasi di mobil juga nggak akan penuh sama barang oleh-oleh. Praktis banget kan? Langsung aja makanya meluncur ke website OMIYAGO buat pesen oleh-oleh kesukaan yuk!

Share this Post: