Image-1538128149

Caption Image : Cake roll Singapore

Sebagai orang Indonesia Omiyagoes patut bangga memiliki warisan budaya Batik yang sarat akan nilai seni. Selain menjadi simbol budaya dan identitas, Batik juga memiliki keragaman motif berbeda dari suku-suku di Indonesia. Sama halnya seperti makanan Indonesia yang juga terdapat ciri khas di tiap daerah. Makanya tidak salah Omiyagoes kalau kita harus menghargai kebudayaan ini dengan merayakan Hari Batik Nasional sejak disahkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 silam.

Keunikan Batik tidak hanya dilihat di sisi fashion dan kebudayaan saja Omiyagoes. Ternyata Batik dapat dijadikan sumber inspirasi untuk berkreasi dengan kuliner Indonesia. Seperti bolu gulung dari Singapura yang ikut mengambil motif Batik untuk dijadikan daya tarik kulinernya. Di Indonesia sendiri, juga ada loh yang membuat kreasi bolu gulung dengan motif Batik ini. Sehingga tak sekedar bangga Batik diakui oleh UNESCO, namun disisi lain Batik bisa memberi inspirasi di ranah kuliner.

Omiyagoes bisa menemukan kuliner yang berkolaborasi dengan Batik khas Indonesia di omiyago.com. Ada Bolu Gulung Batik yang terlihat unik karena terdapat motif Batik khas dari Kota Yogyakarta. Bolu Gulung Batik dibuat menggunakan kertas batik yang nantinya diukir menggunakan adonan kue yang sudah diberi pewarna. Motif dan warnanya sesuai batik yang akan dibuat. Setelah motif jadi, adonan roll cake kemudian ditumpuk lalu dipanggang sampai matang.

Motif Batik yang dipakai untuk bolu gulung ini antara lain, Batik Kawung dan Batik Parang Rusak.

 

 

 

Batik Kawung termasuk tua, berasal dari tanah Jawa yang motifnya berbentuk seperti kolang kaling disusun pada empat sudut persegi. Motif ini menurut catatan penelitian sudah ada sejak abad ke-9, namun baru berkembang pada zaman Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sekitar abad ke-18. Makna Batik Kawung memiliki arti untuk pengendalian diri dan hati yang bersih tanpa keinginan untuk riya. Sementara Batik Parang Rusak yang digunakan pada Bolu Gulung Batik Cokelat, motifnya memiliki makna pertarungan manusia melawan kejahatan dalam mengendalikan diri dari segala hal buruk agar menjadi bijaksana dan mulia.

 

 

 

 

Kalau Bolu Gulung Batik disebut kuliner yang terinspirasi dengan Batik. Ada juga lho Omiyagoes, motif Batik yang justru dibuat karena terinspirasi dari kuliner lokal. Salah satunya Batik Grombyang yang menjadi motif batik khas Kota Pemalang sejak 2011, Batik ini merupakan hasil penemuan seorang pemerhati desain motif batik, Fatwa Diana, pemilik Griya Batik Arta Kencana di Kota Pemalang.

Batik Grombyang ini inspirasinya berasal dari kuliner Nasi Grombyang, makanan khas yang sangat disukai dan begitu populer di kalangan masyarakat Kota Pemalang. Nasi Grombyang merupakan hidangan berkuah mirip seperti soto maupun rawon. Nasi dipadukan dengan berbagai macam bumbu rempah-rempah dan irisan daging dan dilengkapi dengan jerohan sapi yang ditusuk seperti sate.

Untuk desainnya, Batik Grombyang ini mudah dikenali dengan motif ada orang memikul angkringan dengan kekayaan alam sekitar berupa pohon kelapa. Selain itu, ada juga desain penjual berpeci yang duduk di kursi kecil di dekat angkringan masakan Grombyang. Hingga saat ini Batik Grombyang telah menghasilkan sembilan variasi motif turunan dalam bentuk berbagai jenis batik, seperti batik tulis, batik cap dan batik print yang harganya bervariasi disesuaikan dengan selera masyarakat. 

 

 

Ternyata batik dan kuliner Indonesia memang bisa saling menginspirasi ya Omiyagoes? Makanya kita harus terus melestarikan warisan budaya ini. Di moment yang spesial ini, yuk Omiyagoes coba Bolu Gulung Batik ini sebagai bentuk lain merayakan Hari Batik Nasional yang bisa juga dijadikan oleh-oleh. Omiyagoes bisa langsung menemukannya di www.omiyago.com. Terdapat tiga rasa yang bisa Omiyagoes pilih nih, Bolu Gulung Batik Original, Bolu Gulung Batik Cokelat, dan Bolu Gulung Batik Blueberry.

Share this Post: