Image-1594194056

7 Tradisi Unik Suku Minahasa di Manado

Pic by : ganggaisland.com

Dari Sabang hingga Merauke, Indonesia begitu kaya akan keberagaman tradisi. Baik dari berkesenian, kuliner, hingga budaya yang merupakan kebiasaan yang kerap dilakukan masyarakat lokal dari turun-temurun. Salah satunya suku Minahasa yang ada di Manado, Sulawesi Utara, bagian Timur Nusantara. Omiyagoes yang penasaran dengan adat dan kebiasaan kemajemukan suku-suku di Indonesia, kali ini kenalan yuk dengan tradisi suku Minahasa di Manado yang unik berikut. Karena selain kuliner dan wisatanya yang mengagumkan, tradisinya juga perlu kita ulik lho. Yuk langsung simak aja!

1. Tradisi Waruga

foto dok : Indonesia Kaya

Waruga merupakan tradisi pemakaman Suku Minahasa. Waruga sendiri diambil dari dua kata yaitu Waru dan Ruga, Waru memiliki arti rumah dan Ruga bermakna badan. Sehingga kalau disimpulkan Waruga merupakan tempat badan di mana roh dari badan telah kembali kepada Sang Pencipta. Menurut cerita, mayat yang telah dimakamkan di Waruga ini akan berubah sendirinya menjadi abu secara alami tanpa ada proses kremasi. Sampai saat ini suku Minahasa masih menjalankan tradisi unik Waruga, dalam tradisi ini jenazah juga dihadapkan ke utara untuk memberikan simbolik yang menandakan bahwa nenek moyang Suku Minahasa berasal dari bagian Utara. Setelah itu, jenazah dikubur dalam sebuah bangunan batu yang bernama Waruga. Unik banget ya tradisi Waruga? Makanya enggak heran Omiyagoes, kalau Waruga menjadi daya tarik pariwisata kawasan Sulawesi Utara, bagi wisatawan lokal maupun mancanegara walau tidak seterkenal kremasi di Toraja.

2. Mupuk Im Bene

foto dok : fototren.com

Di Manado ada tradisi Mupuk Im Bene yang merupakan cara mensyukuri hasil panen raya kepada Sang Pencipta. Mupuk Im Bene sendiri merupakan sebuah upacara dengan prosesi yang diikuti oleh seluruh penduduk desa, terutama para petani. Jadi saat upacara Mupuk Im Bene yang sudah menjadi tradisi dari nenek moyang ini masyarakat desa berkumpul di lapangan atau gereja dengan membawa hasil panennya. Lalu pemuka agama akan memimpin peserta mendoakan hasil panen mereka sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Upacara Mupuk Im Bene selanjutnya akan diakhiri dengan ramah tamah antar sesama warga dan makan besar sebagai ucapan syukur. Wah, unik ya Omiyagoes upacara Mupuk Im Bene juga hampir mirip dengan tradisi yang ada di beberapa daerah di Indonesia kalau panen raya lho.

3. Kesenian Kolintang

foto dok : joebilly guitars

Rasanya nama musik Kolintang sudah familiar ya karena ada di mata pelajaran waktu Omiyagoes masih sekolah dulu. Asal usul nama kolintang sendiri berasal dari suaranya yang berbunyi tong ting tang. Lalu dalam bahasa daerah, seperti ajakan "Mari kita lakukan Tong Ting Tang" hingga ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang. Alat musik tradisional Kolintang terbuat dari kayu belar yang juga sering disebut sebagai wunut, namun seiring  perkembangan zaman, Kolintang akhirnya dibuat dari kayu cempaka. Kesenian musik Kolintang asli yang merupakan kebudayaan suku Minahasa di Manado ini disajikan dalam bentuk orkes dan sudah diajarkan saat anak-anak masih duduk di bangku sekolah. Tentunya agar kesenian ini terus lestari dan dikenal oleh orang asli Minahasa sejak dini.

4. Tari Cakalele/Kabasaran

foto dok : indomenari.blogspot.com

Tarian Cakalele atau yang juga dikenal Tari Kabasaran ini merupakan tarian yang meniru perilaku yang dilakukan para leluhur saat melawan musuh dan diperagakan melalui tarian. Tari Cakalele menjadi kesenian orang Minahasa yang secara tradisional sering dimainkan warga Manado pada acara tertentu, misalnya pada pagelaran seni budaya atau saat menyambut tamu. Tarian ini pun sangat unik Omiyagoes, karena para penarinya akan menggunakan pakaian adat berwarna merah yang terlihat sangat sangar. Bahkan tarian ini juga jadi ikon dari kebudayaan Suku Minahasa lho, makanya enggak heran kalau terkenal banget dan jadi suguhan pertunjukan orang Minahasa di Manado untuk acara-acara tertentu.

5. Upacara Toki Pintu

foto dok : Pinterest Arnoldy

Ada salah satu upacara adat orang Minahasa yang perlu Omiyagoes tahu nih! Yaitu upacara Toki Pintu yang merupakan upacara adat untuk pernikahan suku Minahasa yang mayoritas memeluk agama Kristen Protestan. Toki Pintu sebagai salah satu tradisi di Manado dilakukan dengan makan malam dan acara kebaktian. Toki Pintu itu sendiri sebenarnya berisi antar harta berikut prosesi upacara adat yang dirangkai dalam satu hari pelaksanaan. Tradisi Toki Pintung termasuk tradisi yang cukup sakral, karena dilakukan pada saat pernikahan adat Suku Minahasa. Tradisi ini terbilang sangat privasi dan bagi para wisatawan yang ingin melihat harus meminta izin dulu kepada pihak keluarga.

6. Tradisi “Mari Jo Bapesta”

foto dok : Tribunnews Manado

Pesta di Minahasa terkait juga dengan rasa syukur karena itu ada istilah yang dikenal “Mari Jo Bapesta”. Tradisi menggelar pesta mucul sebab orang Minahasa punya kebiasaan akar yang kuat terutama terkait siklus kehidupan manusia sejak lahir, pembabtisan, menikah, punya anak, hingga meninggal. Bahkan menurut berbagai sumber orang Minahasa membuat pesta atau pengorbanan untuk meminta perlindungan dewa atau menghormati arwah leluhur. Biasa tradisi Mari Jo Bapesta ini dilakukan dengan menyembelih hewan untuk pesta besar. Selain itu untuk kulinernya dihidangkan juga nasi jaha, dodol, lauk pauk, serta minuman untuk berpesta. Tradisi Mari Jo Bapesta juga menjadi cara memelihara ikatan sosial dan kekerabatan.

7. Mapalus

foto dok : sulutuniqueness.weebly.com

Mapalus merupakan sistem tradisional dari orang lokal Minahasa dengan bergotong royong saat melakukan sesuatu untuk kepentingan bersama. Sebenarnya tradisi mapalus ini enggak jauh dari kebiasaan orang Indonesia yang suka gotong royong, namun istilah mapalus ini begitu melekat bagi orang daerah suku Minahasa Omiyagoes karena meskipun zaman telah berubah tradisi gotong-royong itu tetap dilakukan. Misalnya saat ada pembangunan fasilitas umum untuk kepentingan desa, tiap warga biasanya ikut memikirkan dan punya andil untuk ikut serta. Makanya enggak heran kalau orang Minahasa punya rasa kebersamaan yang erat ya Omiyagoes.

Ternyata tradisi orang Minahasa unik ya Omiyagoes. Inilah yang membuat keragaman dan Nusantara semakin kaya akan nilai-nilai yang datang dari para lelurur. Sebagai orang Indonesia Omiyagoes tentunya bangga dong dan penasaran jadi ingin ke Manado untuk mengenal dan melihat langsung tradisinya. Eittsss tapi jangan lupa kalau ke Manado siapin juga oleh-olehnya. Kalau Omiyagoes repot dan tidak sempat beli oleh-oleh, bisa lho tinggal klik dan pesan oleh-oleh khas Manado melalui OMIYAGO. Yuk, kalau gitu langsung aja cuss ke website.

 

Share this Post: