Image-1511919042

Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau memang terberkahi dengan khasanah kulinernya yang begitu kaya. Masing-masing kuliner daerah tersebut menyimpan tata nilai adiluhung yang sangat kompleks dari sebuah komunitas masyarakat. Di dalamnya ada cerminan kearifan (local wisdom), falsafah, tradisi, budaya, dan kreativitas dalam mengeksplorasi bahan pangan yang sangat lokalitas sifatnya.

Karenanya, kuliner tradisional selalu begitu menggoda untuk dicicipi dan ditelusuri “kandungan” di balik keberadaannya yang telah hadir dan eksis secara turun-temurun, dari generasi ke generasi.

Dengan berbagai kuliner khas dari setiap daerah di Indonesia, untuk kali ini kita akan membahas 6 Oleh-oleh Purwodadi Paling Recommended. Apasaja sih makanan tersebut? Berikut referensi dari Kang Asti dalam karya tulisannya.

1.     Emping Jagung

 

Oleh-oleh Purwodadi Grobogan yang perlu disebut pertama-tama adalah emping jagung. Sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar skala nasional, tak aneh bila di Kabupaten Grobogan banyak dijumpai ragam kuliner berbahan dasar jagung. Salah satunya yang paling populer dan enak dijadikan cemilan atau makanan ringan adalah emping jagung.

Emping jagung dibuat dari jagung yang ditumbuk pipih. Sebelumnya melalui proses pencucian, perendaman, dan perebusan sehingga empuk saat dipipihkan. Rasanya ada yang dibuat gurih, ada yang dibuat manis, bahkan dalam perkembangannya dibuat aneka rasa.

Di Kabupaten Grobogan banyak sekali dijumpai sentra pembuatan emping jagung ini. Namun yang paling terkenal adalah sentra pembuatan emping jagung di Dusun Jatitengah, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari. Saya pernah berkunjung ke sentra pembuatan emping jagung ini.

Pemasaran emping jagung sendiri selain ke pasar-pasar tradisional, juga sudah menembus supermarket dan retail modern lainnya. Meski banyak olahan jagung lainnya seperti marning jagung dan nasi jagung instan, namun emping jagung menurut saya paling primadona dan cita rasanya juga recomended sebagai makanan ringan yang cocok dinikmati saat santai bersama keluarga atau disuguhkan untuk tamu.

2.    Tempe Hygiene

 

Selain jagung, Kabupaten Grobogan juga dikenal sebagai salah satu produsen kedelai terbesar skala nasional. Bahkan kedelai Grobogan dikenal sebagai kedelai varietas unggul skala nasional, bahkan internasional. Varietas unggul kedelai Grobogan telah bersertifikat pada Maret 2008. Kedelai ini bukan hasil rekayasa genetik atau non GMO. Berbeda dengan kedelai impor yang merupakan hasil rekayasa genetik.

Sentra produksi kedelai varietas unggul itu ada di Rumah Kedelai Grobogan (RKG), yang dikelola oleh Dinas Pertanian setempat.

Salah satu olahan kedelai yang dihasilkan RKG adalah tempe hygiene. Tempe hygiene adalah tempe berkualitas yang diolah dari kedelai varietas unggul asli Grobogan dan seluruh proses pembuatannya dilakukan secara higienis. Tidak seperti tempe yang dibuat secara tradisional yang umumnya salah satu tahap pembuatannya adalah dengan cara diinjak-injak dengan menggunakan kaki.

Tempe hygiene layak diunggulkan sebagai salah satu oleh-oleh khas Purwodadi, Grobogan. Selain karena merupakan hasil olahan dari kedelai varietas unggul asli Grobogan, juga pengolahannya yang seluruhnya higienis, yang tentu menjadikan cita rasanya juga relatif lebih enak.

Selain dapat diperoleh langsung di pusat produksinya, yakni di Rumah Kedelai Grobogan (RKG) yang beralamat di Jl. Purwodadi-Solo KM 5, Krangganharjo, Kecamatan Toroh; tempe hygiene juga dapat diperoleh di beberapa supermarket di Kota Purwodadi.

3.    Sale Pisang

 

Sale pisang merupakan olahan dari buah pisang yang disisir tipis kemudian dijemur. Tujuan penjemuran adalah untuk mengurangi kadar air buah pisang sehingga pisang lebih tahan lama. Ada dua jenis sale pisang yang berkembang dan beredar di pasaran, yakni sale pisang basah dan sale pisang kering.

Sale pisang basah adalah sale pisang yang hanya mengandalkan proses penjemuran di bawah terik matahari, sedangkan sale pisang kering digoreng dengan tepung. Sale pisang umumnya memiliki rasa yang manis dengan tekstur yang sangat kenyal. Sale pisang hampir digemari oleh semua orang dari mulai kalangan rakyat biasa sampai pejabat tinggi.

Sale pisang ini boleh jadi tidak spesifik merupakan oleh-oleh dari Purwodadi. Bahkan situs Wikipedia menyebut sale pisang sebagai makanan khas asli dari Karangpucung dan Majenang yang terletak di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Namun, tidak dipungkiri, bahwa banyak daerah lain, termasuk Purwodadi Grobogan, yang mengembangkan produk olahan dari buah pisang ini.

Terbukti, di Kabupaten Grobogan telah sejak lama dijumpai produsen sale pisang yang di antaranya sudah sangat legendaris. Di antaranya produsen Sale Pisang di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, yang pernah saya kunjungi. Di sini, diproduksi sale pisang basah.

Di Purwodadi juga dijumpai produsen sale pisang kering atau goreng yang jangkauan pemasarannya sudah menjangkau hingga ke luar negeri. Sale pisang Purwodadi ini sudah jamak sebagai salah satu oleh-oleh yang menjadi kebanggaan masyarakat Purwodadi, Grobogan.

4.   Telur Asin Garam Bledug

 

Telur asin adalah penganan berbahan dasar telur bebek/itik yang diawetkan dengan cara diasinkan dengan menggunakan garam. Daerah yang paling dikenal sebagai penghasil telur asin adalah Brebes, Jawa Tengah. Di sana, industri telur asin meluas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas telur asin.

Kabupaten Grobogan, yang meski jauh dari laut, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil garam, yakni di area wisata Bledug Kuwu di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan. Komoditas garam khas Grobogan itu dalam beberapa tahun terakhir dijadikan oleh warganya sebagai bahan pembuat telur asin. Maka, lahirkah produk telur asin garam Bledug.

Sehingga telur asin garam bledug ini pantas dinobatkan sebagai salah satu oleh-oleh Purwodadi Grobogan yang khas karena memanfaatkan bahan lokal. Telur asin garam bledug ini dapat diperoleh di beberapa supermarket di Kabupaten Grobogan.

5.    Sambal Pecel Gambringan

 

Pecel adalah kuliner khas Indonesia yang hampir merata ada di berbagai daerah di penjuru nusantara. Jawa Timur menurut saya yang paling banyak menyumbang khasanah kuliner pecelnya yang melegenda, yakni Blitar, Nganjuk, dan Madiun. Bung Karno, presiden pertama RI, tercatat sebagai salah satu penggemar pecel, terutama pecel Blitar.

Namun Jawa Tengah juga tak ketinggalan. Di antaranya Kabupaten Grobogan menyumbang khasanah kuliner pecel yang juga tak kalah melegenda, yakni Pecel Gambringan. Nama “Gambringan” diambil dari tempat asal kuliner ini, yang memang sejak dulu sejak sekira tahun 1960-an banyak dijajakan di Stasiun Gambringan yang terletak di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh.

Beda pecel Gambringan dengan pecel lainnya adalah pada citarasanya yang cenderung asin, gurih, ketimbang dominan manis. Juga proses pembuatan sambal kacangnya yang melalui proses disangrai, tidak digoreng, dan tanpa menggunakan penyedap rasa sehingga rasanya otentik dan sedap.

Sambal pecel Gambringan saat ini telah diproduksi dalam kemasan sehingga bisa menjadi oleh-oleh. Cocok sebagai oleh-oleh bagi warga Grobogan yang tinggal di luar kota yang kangen dengan kuliner pecel Gambringan.

6.    Yangko Godong

 

Yangko yang populer adalah oleh-oleh khas Yogyakarta. Tapi di Kabupaten Grobogan, terdapat kue yangko yang merupakan penganan khas dari Godong. Sebagaimana yangko khas Yogyakarta, yangko khas Godong ini juga terbuat dari tepung ketan, namun dibentuk lonjoran, dibaluri tepung terigu yang disangrai, dan di tengahnya berisi campuran cincangan kacang dan gula merah. Lalu dihidangkan dengan cara dipotong-potong. Bentuknya lebih menyerupai jadah, namun teksturnya lebih lembut. Rasanya legit dan sangat enak.

Kue yangko ini termasuk oleh-oleh yang sangat digemari. Banyak yang menjadikannya sebagai oleh-oleh untuk handai tolan. Sayangnya, sejauh ini, yangko Godong belum dikembangkan secara optimal sebagai salah satu oleh-oleh khas, padahal sangat potensial.

Sementara ini, untuk mendapatkan yangko khas Godong, umumnya harus pesan terlebih dahulu kepada beberapa produsen di Desa Godong dan Desa Bugel (Keduanya berada di wilayah Kecamatan Godong). Di pasar tradisional Godong juga dijumpai penjual yangko, namun masih sangat terbatas.

Itulah 6 oleh-oleh Purwodadi Grobogan paling recommended, apakah kalian sudah ada yang pernah mencoba salah satu dari 6 produk diatas?

Sumber: Kang Asti

Share this Post: