Image-1568192203

foto dok: id.pinterest.com

 

Ada beberapa macam olahan makanan seperti rotten food yang sudah familiar bahkan jadi makanan kita sehari-hari. Keju, tempe, oncom, kecap, yoghurt, tape atau peyeum adalah sederet makanan dari proses pembusukan atau fermentasi yang menyimpan bakteri baik di dalamnya. Meski begitu, ada segelintir orang yang enggan memakan makanan hasil fermentasi tersebut. Tapi tahukah kamu beberapa makanan hasil pembusukan yang bagi sebagian orang menjijikan ternyata rasanya lezat dan banyak digemari. Yuk simak 5 makanan unik asli Nusantara dari hasil pembusukan berikut ini.

1. Sambal Tumpang

foto dok: life108.jakarta.com

Masakan ini merupakan makanan khas Jawa Timur dan Jawa Tengah, khususnya dari Kediri dan Solo. Yang membuat unik masakan ini adalah bumbu utamanya yang berasal dari tempe busuk. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan tempe bosok, tempe kedelai yang sudah berwarna kecoklatan dan mengeluarkan aroma yang kurang sedap. Namun bagi sebagian orang, justru aroma dari tempe busuklah yang menambah nikmat makanan ini. Meski namanya sambal tumpang, masakan ini justru lebih mirip sayur karena sedikit berkuah dan paling cocok untuk campuran makan bubur beras jadi mirip seperti campuran yang digunakan pada bubur ayam.

2. Sambal Tempoyak

foto dok: lliputan6.com 

Durian adalah salah satu buah favorit bagi sebagian orang, tapi apakah para pecinta durian akan sudi untuk mencicipi olahan dari durian yang sudah busuk? Sambal tempoyak terbuat dari buah durian yang difermentasi dan dibiarkan membusuk di dalam toples. Didiamkan hampir sekitar satu minggu sampai mengeluarkan aroma tidak sedap, durian kemudian diolah dengan aneka bumbu dan bahan tambahan seperti ikan teri dan petai sesuai selera. Masakan ini sangat popular bagi masyarakat Sumatera khususnya Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

3. Mandai

foto dok: beautiful-indonesia.umm.ac.id 

Masakan khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang biasa dijadikan lauk ini berbahan dasar daging dari kulit buah cempedak atau nangka yang difermentasi. Daging dari kulit buah cempedak atau nangka yang biasanya dibuang, akan dibersihkan durinya kemudian dicuci lalu direndam dengan air garam selama satu minggu atau satu bulan tergantung selera. Setelah proses fermentasi, daging dari kulit cempedak atau nangka tadi akan menjadi lunak dan berjamur, nah inilah yang dinamakan mandai. Mandai bisa Omiyagoes olah lagi menjadi aneka masakan dengan cara digoreng atau ditumis dengan sayuran lainnya.

4. Pakasam

 

foto dok: komunitas.bukalapak.com

Masih dari Kalimantan, masakan yang diolah dengan cara dibusukan lainnya adalah pakasam. Bahan dasar pakasam biasanya menggunakan aneka jenis ikan air tawar seperti ikan sepat, ikan bilih, ikan emas, dan jenis ikan lainnya. Selain aroma ikan yang khas, paduan rasa asam dan asin dari garam yang digunakan untuk campuran fermentasi menjadikan makanan ini memiliki cita rasa yang unik khusunya bagi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Nah, hasil fermentasi tadi biasanya dijadikan lauk dan disantap dengan nasi putih hangat. 

5. Kethek Bacin

foto dok: cookpad.com

Makanan yang satu ini sudah sangat langka sekalipun di daerah asalnya yaitu Kebumen. Kethek yang biasa disantap dengan nasi, tempe dan getuk ini diolah dari bahan dasar ampas hasil pembuatan minyak kelapa yang sudah melalui proses fermentasi. Hasil fermentasi itulah yang kemudian dicampur dengan aneka bumbu, dibungkus daun pisang lalu dikukus. Tidak hanya olahannya yang unik, nama masakan yang mirip seperti tahu pepes ini juga unik karena diambil dari kata kethek dalam Bahasa Jawa yang berarti “monyet” dan bacin yang artinya “busuk”.

Nah itu dia 5 makanan khas Nusantara yang diolah dari pembusukan atau fermentasi. Kalau jalan-jalan ke berbagai daerah di atas tadi, Omiyagoes bisa berwisata kuliner mencoba semua makanan unik dan membeli oleh-olehnya. Mau beli oleh-oleh tapi nggak mau ribet bawa tentengan? Bali aja oleh-olehnya di OMIYAGO



Share this Post: