Image-1584081518

5 Kegiatan Sebelum dan Sesudah Hari Raya Nyepi di Bali

Pic by Shutter Stock

Dirayakan setiap tahun Baru Saka dalam sistem penanggalan Hindu di Bali dan Lombok, Hari Raya Nyepi dipercayai menjadi hari penyucian dewa-dewa. Syarat akan makna penyucian diri, sekitar tiga atau dua hari sebelumnya akan ada beberapa perayaan atau upacara khas untuk menyambut Nyepi. Sebagai bagian dari masyarakat plural yang memiliki budaya toleransi tinggi, Omiyagoes pastinya penasaran dong dengan tradisi perayaan Hari Raya Nyepi dan bagaimana antusias masyarakat lokal di Bali menyambut Nyepi? Makanya, beragam kegiatan upacara terkait Nyepi berikut perlu Omiyagoes tahu nih! Apalagi kalau Bali salah satu destinasi wisata yang favorit bagi Omiyagoes. Yuk kita simak apa saja?

1. Upacara Melasti

foto dok : jurusapuh

Sekitar dua atau tiga hari sebelum Nyepi, ada upacara Melasti yang memiliki makna mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu. Upacara Melasti akan dipimpin oleh para pemuka agama, mulai dengan memercikan air suci ke perangkat peribadatan dan seluruh masyarakat yang hadir, lalu menebarkan asap dupa. Setelahnya seluruh anggota rombongan akan melakukan ritual persembahyangan dengan pemangku agama, membagikan air suci untuk diminum dan menempatkan bija berupa beras yang telah dibasahi air suci lalu dibubuhkan ke dahi setiap umat yang datang. Usai prosesi ini, perangkat peribadatan diarak kembali ke pura dan dilanjutkan dengan beberapa tahapan ritual lainnya.

baca juga : OMIYAGO Travel Guides : Berwisata ke Dunia Monyet di Ubud Bali

2. Parade Ogoh-Ogoh

foto dok : tripcanvas

Saat malam sebelum Nyepi tiba atau disebut malam Pengerupukan, akan ada Parade Ogoh-Ogoh yang dirayakan warga lokal. Lalu Ogoh-Ogoh yang berupa patung raksasa sebagai simbol dari Bhuta Kala ini akan dibakar untuk menandai jiwa jahat yang terkalahkan. Kalau Omiyagoes bingung dengan istilah Ogoh-Ogoh, dalam bahasa Bali kata ini memiliki arti “mengguncang” dan mewakili kejahatan yang harus dihindari manusia. Ritual Ogoh-Ogoh ini dirayakan bersamaan dengan ngrupuk yaitu masyarakat akan berkeliling sekitar lingkungan sambil mengeluarkan bunyi-bunyian dan menebarkan nasi tawur serta asap dupa atau obor.

3. Ngembak Geni

foto dok : originalbaliculture.wordpress.com

Ngembak dalam bahasa Bali memiliki makna bebas, sementara Geni berarti api sehingga kalau digabungkan kedua kata ini memiliki arti bebas menyalakan api. Namun aplikasi dari tradisi ngembak geni yang dilakukan setelah hari Nyepi adalah kembali beraktifitas. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur yang dilakukan masyarakat umat Hindu di Bali dengan bersembahyang dan memohon kepada Sanghyang Widhi Wasa untuk selalu melindungi, memberikan kemudahan, serta kebaikan dan bisa kembali menjadi manusia yang baru.  

baca juga : OMIYAGO Travel Guides : Sejenak Mencari Ketenangan di Ubud, Bali 

4. Festival Omed-Omedan

foto dok : radarbali

Omed-Omedan yang dilakukan usai tradisi Ngembak Geni merupakan festival cium-ciuman yang dimaksudkan untuk mempererat keakraban antar umat Hindu. Pemuda pemudi berusia 17-30 tahun di Banjar Kaja, Desa Sesetan akan dikumpulkan secara berkelompok. Lalu mereka akan diarak oleh tim masing-masing dan saling berpelukan erat. Dalam bahasa Bali Omed-Omedan berarti tarik-tarikan. Karena itu tradisi dilakukan dengan peserta pria dan wanita tarik-menarik dengan tangan kosong dan disiram air. Tradisi juga dimulai dengan pertunjukan tarian Barong Bengkung dan dilanjutkan ritual persembahyangan bersama di pura untuk memohon keselamatan.

5.  Labuh Brata

foto dok : tripcanvas

Setelah Nyepi, ada ritual Labuh Brata yang dilakukan dengan saling berkunjung antar keluarga, tetangga, dan kerabat untuk saling memaafkan. Tradisi ini hampir mirip dengan yang dilakukan oleh umat Muslim saat Idul Fitri dengan tujuan saling bersilaturahmi. Namun bedanya memang tradisi Labuh Brata dilakukan dengan diawali berbagai ritual yang syarat makna pensucian bagi umat Hindu mulai dari Melasti, Parade Ogoh-Ogoh, Ngembak Geni, dan festival Omed-Omedan.

Kegiatan sebelum dan sesudah Hari Raya Nyepi ini memang bukan sekedar tradisi aja Omiyagoes, tapi pelestarian budaya yang memiliki makna bagi umat Hindu. Terdengar unik bagi Omiyagoes? Berkunjung ke Bali saat sebelum, hingga sesudah Hari Raya Nyepi agar bisa merasakan tradisi ini. Oh iya! tapi tetep dong jangan lupa untuk membawa oleh-oleh usai liburan dari Bali. Eitsss, kalau lupa tetep kok Omiyagoes bisa membelinya di OMIYAGO. Yuk langsung cek oleh-oleh khas Bali mulai dari kopi khas Kintamani hingga Pia Legong yang bisa kamu temukan di situs kami!.

 

Share this Post: