Image-1590660379

10 Tempat Bersejarah di Kota Pahlawan, Surabaya!

Pic by : booking.com

Surabaya, kota Pahlawan! Sebutan ini bukan sekedar namanya saja lho Omiyagoes. Sudut-sudut kotanya yang kaya akan tempat bersejarah dari era sebelum kemerdekaan juga membuat Surabaya menjadi kota yang penuh nostalgia termasuk dengan makanannya. Memanjakan lidah karena begitu kaya khazanah kulinernya, Omiyagoes perlu juga nih untuk menyambangi berbagai tempat bersejarah yang menyimpan banyak nilai perjuangan para pahlawan saat merebut kemerdekaan. Supaya makin mengenal betapa kayanya negeri sendiri akan histori, yuk simak beberapa tempat bersejarah di kota Surabaya berikut ini!

1. Tugu Pahlawan

foto dok : airpaz

Sebutan kota pahlawan memang bukan isapan jempol aja Omiyagoes, karena Surabaya punya Tugu Pahlawan sebagai salah satu ikon kota. Menjulang tinggi ke langit, Tugu Pahlawan sendiri dibangun di atas area Taman Kebonrojo yang letaknya ada di seberang kantor Gubernur Jawa Timur. Tinggi monumen Tugu Pahlawan mencapai 41,15 meter dan ada detail berbentuk lingga atau paku terbalik. Meskipun terlihat lurus ke atas, sebenarnya badan dari salah satu tempat bersejarah di Surabaya yang dibangun untuk memperingati Pertempuran 10 November 1945 ini berbentuk lengkungan canalures sebanyak 10 lengkungan dan terbagi atas 11 ruas. Oh ya, masih satu lokasi dengan Tugu Pahlawan, Omiyagoes bisa juga sekalian mengunjungi Museum Sepuluh November yang memiliki bentuk piramida. Kalau masuk, di dalamnya Omiyagoes bisa melihat berbagai macam dokumentasi perjuangan rakyat Surabaya saat merebut kemerdekaan. Salah satunya berupa transkrip suara Bung Tomo saat memberikan semangat kepada rakyat Surabaya untuk melawan pasukan Sekutu.

2. Monumen Kapal Selam

foto dok : travelsafe

Monumen Kapal Selam menjadi salah satu tempat bersejarah di Surabaya yang bertempat di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Monumen ini sebenarnya kapal selam KRI Pasopati 410, yaitu salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952. Dulunya kapal ini digunakan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Kapal selam ini dibawa ke darat untuk dijadikan monumen yang bertujuan untuk memperingati keberanian pahlawan Indonesia. Namun kapal selam yang dijadikan monumen ini dipotong menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut ke darat dan dirangkai serta disambung kembali. Selain interior kapal selam, kalau Omiyagoes mengunjungi monument ini di dalamnya terdapat juga pemutaran film tentang proses peperangan yang terjadi di Laut Aru.

3. Kawasan Jembatan Merah

foto dok : travelsafe

Saat masa pendudukan Hindia-Belanda, kawasan Jembatan Merah terkenal sebagai salah satu kawasan paling sibuk. Seperti namanya, di kawasan ini memang ada jembatan yang bercat merah dan wilayah ini dulunya merupakan pusat pemerintahan, perkantoran serta perdagangan setelah adanya Perjanjian Paku Buwono II dari Mataram dengan VOC pada 11 November 1743. Hingga kini, fungsinya sebagai pusat perniagaan masih terus berlangsung. Jembatan berwarna merah yang ada di tempat ini mulanya dibangun untuk menghubungkan Surabaya Timur dan Barat yang dipisahkan oleh Sungai Kalimas. Bagian barat Kalimas sendiri dulunya merupakan kompleks pemukiman orang Eropa, sementara wilayah timur dihuni oleh orang non-Eropa atau pribumi. Di kawasan ini Omiyagoes masih bisa melihat aneka bangunan tua yang sekarang sudah difungsikan sebagai gedung perbankan dan perkantoran.

4. Gedung Siola

foto dok : facebook

Mampir ke museum sejarah memang harus banget jadi agenda kalau datang ke Surabaya. Salah satunya Omiyagoes bisa datang ke Museum Surabaya atau yang dikenal juga sebagai Gedung Siola. Disini Omiyagoes bisa melihat perjalanan sejarah Kota Surabaya yang mengesankan. Selain itu, di sekitar area Jalan Tunjungan Omiyagoes juga bisa berjalan-jalan menyusuri deretan toko yang masih mempertahankan bangunan aslinya sejak zaman penjajahan Belanda. Seru rasanya! Gedung megah di kawasan Jalan Tunjungan ini dulunya bernama White Laidlaw yang merupakan perusahaan komersial yang menjual pakaian dan tekstil asal Inggris. Dalam perjalanan sejarahnya, Gedung Siola pernah menjadi tempat pertahanan melawan Sekutu. Setelah kemerdekaan, gedung ini pun akhirnya berubah menjadi pusat perbelanjaan modern di Surabaya. Sekarang Gedung Siola resmi menjadi Museum Surabaya.

5. Gedung Cerutu

foto dok : flicker

Menempati salah satu sudut bersejarah di Jl. Rajawali 5, Surabaya. Daerah di sekitar Jalan Rajawali  memang kaya dengan gedung-gedung tua peninggalan zaman kolonial. Namun Gedung Cerutu memiliki bentuk yang unik karena menaranya menyerupai cerutu rokok. Walaupun namanya Gedung Cerutu, tapi gedung ini tidak memiliki kaitan dengan rokok lho. Gedung Cerutu dulunya merupakan kantor perusahaan gula. Gedung ini berlokasi di seberang Gedung Internatio, tepatnya di sudut Jalan Rajawali. Nuansa era kolonial Belanda begitu terasa pada bentuk dan arsitektur bangunan Gedung Cerutu yang memiliki dominasi cat warna putih dengan atap berwarna merah. Apalagi bentuk bagian depannya sangat simetris khas bangunan zaman kolonial. Di sepanjang Jalan Rajawali Omiyagoes juga bisa menemukan bangunan-bangunan cagar budaya lain yang tidak kalah unik dan menarik.

6. Museum House of Sampoerna

foto dok : nativeindonesia.com

Sampoerna memang sangat familiar sebagai salah satu merek rokok terkenal di Indonesia, dimana Surabaya memang salah satu kota dengan banyak perusahaan pabrik rokok. Gedung museum House of Sampoerna (HOS) ini sudah ada sejak tahun 1862 yang awalnya merupakan sebuah panti asuhan. Kemudian pada tahun 1932 dibeli oleh pemilik rokok Sampoerna untuk dijadikan tempat produksi. Bangunan tersebut juga mengalami beberapa kali renovasi sebelum akhirnya dialihfungsikan menjadi museum keluarga Sampoerna sekaligus sejarah rokok di Indonesia. Kalau menyempatkan datang, Omiyagoes bisa melihat-lihat koleksinya yang sangat lengkap, bahkan Omiyagoes bisa ikut tur gratis keliling bangunan bersejarah di Surabaya lho.

7. Penjara Kalisohok

foto dok : jawapos

Selama ini penjara identik dengan kesan menyeramkan. Tak terkecuali dengan Penjara Kalisosok di Surabaya yang lokasinya tidak jauh dari Museum HOS. Beberapa pahlawan kemerdekaan seperti KH Mas Mansyur, WR Supratman dan HOS Tjokroaminoto pernah ditahan di Penjara Kalisohok ini, makanya tempat ini masuk daftar salah satu tempat bersejarah di Surabaya Omiyagoes! Penjara Kalisosok ini memiliki ruangan penjara bawah tanah lho, wah kebayang bakal seram ya di dalamnya! Namun penjara ini telah ditutup pada tahun 2000 silam. Untuk mengurangi kesan seram, dinding bagian luar yang menghadap ke jalan dicat dengan lukisan mural warna warni yang instagramable banget! Tapi kalau Omiyagoes jadikan background foto malah unik lho.

8. Menara Syahbandar Kalimas

foto dok : gomuslim.com

Menara Syahbandar merupakan tempat yang bersejarah di Surabaya Omiyagoes, dulunya biasa digunakan sebagai menara pengawas jalur lalu lintas kapal laut. Namun di Surabaya, Menara syahbandar dapat Omiyagoes temui di sisi timur Kalimas. Di sinilah dulunya aktivitas bongkar muat perdagangan di Kalimas lama dilakukan. Bangunan ini membuktikan bahwa Kalimas dulunya merupakan sebuah dermaga yang luas dan sibuk dengan lalu lintas perdagangan. Keren banget ya? Di bagian depan bangunan Omiyagoes bisa melihat logo Soera Ing Baja yang menjadi lambang kota Surabaya sekarang. Menara Syahbandar Kalimas merupakan salah satu dari dua bangunan di Surabaya yang memiliki logo ini.

9. Hotel Yamato

foto dok : booking.com

Omiyagoes masih ingat dengan pelajaran sejarah tentang peristiwa penyobekan bendera Belanda menjadi bendera Merah Putih? Nah, peristiwa bersejarah dan heroik tersebut terjadi di atas Hotel Yamato. Hotel Yamato ini ternyata masih ada lho sampai sekarang Omiyagoes. Namun, Hotel Yamato ini sekarang sudah berubah nama menjadi Hotel Majapahit. Hotel Majapahit menawarkan sensasi menginap dengan kemewahan ala zaman kolonial Belanda yang unik dan tidak kamu dapatkan di tempat lain. Omiyagoes bisa sekalian wisata sejarah di Surabaya nih dengan menginap di hotel ini dan berkeliling di sekitar areanya yang bisa dilakukan dengan berjalan kaki.

10. Makam Peneleh

foto dok : intaninchan.wordpress.com

Wisata sejarah ke makam seperti apa ya? Bakal terasa aura mistisnya, namun bisa jadi cara unik untuk menilik sejarah. Nah, di Surabaya ada Makam Peneleh yang merupakan  makam Belanda yang sudah ada sejak tahun 1814. Memasuki area pemakaman Omiyagoes akan melihat bentuk-bentuk makam bergaya gothic seperti di film horor Hollywood, lengkap dengan patung romawi yang unik. Meski sudah berusia seabad lebih namun batu nisan yang terpahat di setiap makam masih terlihat jelas. Memang kurang terawat sih, namun disini Omiyagoes bisa menyaksikan betapa banyaknya warga Belanda yang dulunya tinggal di Surabaya.

Nah, itu dia rangkuman sepuluh tempat bersejarah di Surabaya yang bisa Omiyagoes datangi. Mulai dari monumen bersejarah di Surabaya yang merupakan ikon, hingga museum dan bangunan hotel ini mana yang tertarik untuk Omiyagoes datangi? Ohya jangan lupa kalau jalan-jalan ke kota Surabaya beli juga oleh-oleh khasnya seperti Sambal Bajak Bu Rudy, Kue Belinjo, sampai Bolu Lapis terkenalnya. Tapi kalau ternyata belum sempat atau bagasi kabin sudah penuh Omiyagoes bisa lho membeli oleh-oleh khas Surabaya secara online di OMIYAGO. Yuk langsung aja meluncur ke web!

 

 

Share this Post: